EFEKTIVITAS PEMBERIAN FOOT MASSAGE MENGGUNAKAN MINYAK CENDANA DAN ROM PASIF UNTUK MENCEGAH KRAM PADA PASIEN CKD YANG MENJALANI HEMODIALISA DI RUANG HEMODIALISA RUMAH SAKIT SWASTA YOGYAKARTA : STUDI KASUS
DOI:
https://doi.org/10.66188/jihhs.v2i1.27Keywords:
Gagal Ginjal Kronis, Hemodialisa, Kram Otot, Foot Massage, ROM PasifAbstract
Latar belakang: Pasien yang menjalani hemodialisis seperti penderita Chronic Kidney Disease (CKD) sering mengalami kram otot pada proses hemodialisa. Proses hemodialisis bertujuan untuk mengeluarkan cairan dan racun dari tubuh. Apabila cairan yang dikeluarkan terlalu banyak dapat mengganggu keseimbangan cairan dan elektrolit dalam tubuh. Sehingga perubahan kadar elektrolit secara mendadak dapat menyebabkan kram otot. Salah satu terapi non farmakologi yang dapat diterapkan pada pasien CKD untuk mencegah terjadinya kram otot adalah foot massage dan ROM Pasif. Foot massage memberikan pijatan yang merangsang sirkulasi darah ke area yang terdampak. Peningkatan aliran darah ini memastikan pengiriman oksigen dan nutrisi penting yang lebih baik ke otot sehingga dapat mencegah terjadinya kram. Gerakan ROM pasif membantu melancarkan aliran darah ke area otot yang terkena kram.. Gejala utama: Komplikasi yang sering terjadi pada pasien hemodialisa adalah kram otot. Metode: Metode dalam penulisan Karya Ilmiah Akhir ini adalah menggunakan studi kasus. Populasi dalam penelitian ini adalah pasien chronic kidney disease yang menjalani hemodialisa. Intervensi yang dilakukan adalah pemberian foot massage dan ROM Pasif yang dilakukan selama 3 kali dalam 2 minggu dengan durasi 15 menit. Pengkajian kram otot menggunakan Muscle Cramp Questionnaire. Hasil: Hasil intervensi foot massage dan ROM pasif mendapatkan perubahan yaitu tidak terjadi cram pada saat intra hemodialisa maupun post hemodialisa. Kesimpulan: Foot Massage dan ROM Pasif dapat berpengaruh dalam mencegah kram otot pada pasien CKD yang sedang menjalani hemodialisa Saran: Foot Massage dan ROM Pasif dapat dilakukan secara mandiri untuk mencegah kram otot pada pasien chronic kidney disease yang sedang menjalani hemodialisa.
References
Abdu, S., & Satti, Y. C. (2024). Analisis Faktor Determinan Kualitas Hidup Pasien Gagal Ginjal Kronik yang Menjalani Terapi Hemodialisis. Jurnal Keperawatan Florence Nightingale, 7(1), 236–245. https://doi.org/10.52774/jkfn.v7i1.178
Anung, J., Widodo, A., & Khoiriyati, A. (2023). Jurnal Aisyah : Jurnal Ilmu Kesehatan Interventions for treatment of muscle cramps in hemodialysis patients : A systematic review. 8(2), 1087–1090. https://doi.org/10.30604/jika.v8i2.2064
Diana, A., Ramatillah, L., Farm, M., Delva, S., & Kharida, Z. S. (2020). Hipertensi Sebagai Penyebab Gagal Ginjal. 1(1), 1–5.
Nanda Masraini Daulay, Arinil Hidayah, H. S. (2021). Pengaruh Latihan Range Of Motion ( ROM ) Pasif Terhadap Kekuatan Otot dan Rentang Gerak Sendi Ekstremitas Pada Pasien Pasca Stroke . Nanda Masraini Daulay , Arinil Hidayah , Hari Santoso Fakultas Kesehatan Universitas Aufa Royhan Padangsidimpuan.
Nuraulia, P., & Suciana, F. (2018). IMPLEMENTASI FOOT MASSAGE DALAM MENURUNKAN KRAM OTOT PADA PASIEN HEMODIALISIS. 40–43.
PPNI. (2017). Standar Diagnosis Keperawatan Indonesia: Definisi dan Indikator Diagnostik (Edisi 1). Jakarta: DPP PPNI.
PPNI. (2018). Standar Intervensi Keperawatan Indonesia: Definisi dan Tindakan Keperawatan (Edisi 1). Jakarta: DPP PPNI.
PPNI. (2019). Standar Luaran Keperawatan Indonesia: Definisi dan Kriteria Hasil Keperawatan (Edisi 1). Jakarta: DPP PPNI.
Widyawati, I., Dwi, W., Badriyah, N., & Fikriana, R. (2020). Literature Review : Efektivitas Terapi Range Of Motion ( ROM ) Pada Klien CVA. 08(2), 93–100.
Downloads
Published
Issue
Section
License
Copyright (c) 2026 Melanie Rambu Moha, Vivi Retno Intening, Eni Purwanti

This work is licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International License.


