GAMBARAN IMPLEMENTASI KOMBINASI HEAD OF BED ELEVATION, FISIOTERAPI DADA DAN SUCTION PADA NY. R DENGAN GAGAL NAPAS TERHADAP BERSIHAN JALAN NAPAS TIDAK EFEKTIF DI RUANG ICU RS BETHESDA YOGYAKARTA: CASE REPORT

Authors

  • Fransiska Ayu Utari STIKES Bethesda Yakkum Yogyakarta
  • Diah Pujiastuti STIKES Bethesda Yakkum Yogyakarta
  • Danarso Rumah Sakit Bethesda Yogyakarta

DOI:

https://doi.org/10.66188/jihhs.v1i2.26

Keywords:

Gagal Napas, Head of bed elevation, Fisioterapi Dada, Suction , Ventilator Mekanik

Abstract

Latar Belakang: Pasien yang masuk ruang perawatan ICU umumnya bervariasi, salah satunya yaitu pasien dengan gagal napas, dengan masalah utama yang sering dijumpai adalah bersihan jalan napas tidak efektif, yaitu ketidakmampuan individu untuk membersihkan sekret atau obstruksi dari saluran pernapasan guna mempertahankan jalan napas yang paten. Kondisi ini dapat disebabkan oleh adanya sekret yang berlebihan, penurunan refleks batuk, serta penggunakaan ventilator mekanik atau endotrakeal tube. Gejala Umum: Pasien penurunan kesadaran dengan ETT on ventilator mekanik, terdapat sputum produktif berwarna putih keruh dengan karakteristik kental, dan terdapat bunyi napas tambahan ronchi. Intervensi Terapeutik: Kombinasi intervensi Head of  Bed Elevation, Fisioterapi Dada dan Suction. Hasil: Peningkatan pengeluaran produksi sputum yang signifikan 2 hari perturut-turut, hari pertama 20 cc menjadi 75 cc , hari kedua 62 cc menjadi 80 cc berturut-turut setelah diberikan intervensi. Kesimpulan: Implementasi kombinasi Head of  Bed Elevation, Fisioterapi Dada dan Suction efektif untuk mengurangi bersihan jalan napas yang tidak efektif pada pasien gagal napas terpasang ventilator mekanik.

Author Biographies

Fransiska Ayu Utari, STIKES Bethesda Yakkum Yogyakarta

Latar Belakang: Pasien yang masuk ruang perawatan ICU umumnya bervariasi, salah satunya yaitu pasien dengan gagal napas, dengan masalah utama yang sering dijumpai adalah bersihan jalan napas tidak efektif, yaitu ketidakmampuan individu untuk membersihkan sekret atau obstruksi dari saluran pernapasan guna mempertahankan jalan napas yang paten. Kondisi ini dapat disebabkan oleh adanya sekret yang berlebihan, penurunan refleks batuk, serta penggunakaan ventilator mekanik atau endotrakeal tube. Gejala Umum: Pasien penurunan kesadaran dengan ETT on ventilator mekanik, terdapat sputum produktif berwarna putih keruh dengan karakteristik kental, dan terdapat bunyi napas tambahan ronchi. Intervensi Terapeutik: Kombinasi intervensi Head of  Bed Elevation, Fisioterapi Dada dan Suction. Hasil: Peningkatan pengeluaran produksi sputum yang signifikan 2 hari perturut-turut, hari pertama 20 cc menjadi 75 cc , hari kedua 62 cc menjadi 80 cc berturut-turut setelah diberikan intervensi. Kesimpulan: Implementasi kombinasi Head of  Bed Elevation, Fisioterapi Dada dan Suction efektif untuk mengurangi bersihan jalan napas yang tidak efektif pada pasien gagal napas terpasang ventilator mekanik.

Diah Pujiastuti, STIKES Bethesda Yakkum Yogyakarta

Latar Belakang: Pasien yang masuk ruang perawatan ICU umumnya bervariasi, salah satunya yaitu pasien dengan gagal napas, dengan masalah utama yang sering dijumpai adalah bersihan jalan napas tidak efektif, yaitu ketidakmampuan individu untuk membersihkan sekret atau obstruksi dari saluran pernapasan guna mempertahankan jalan napas yang paten. Kondisi ini dapat disebabkan oleh adanya sekret yang berlebihan, penurunan refleks batuk, serta penggunakaan ventilator mekanik atau endotrakeal tube. Gejala Umum: Pasien penurunan kesadaran dengan ETT on ventilator mekanik, terdapat sputum produktif berwarna putih keruh dengan karakteristik kental, dan terdapat bunyi napas tambahan ronchi. Intervensi Terapeutik: Kombinasi intervensi Head of  Bed Elevation, Fisioterapi Dada dan Suction. Hasil: Peningkatan pengeluaran produksi sputum yang signifikan 2 hari perturut-turut, hari pertama 20 cc menjadi 75 cc , hari kedua 62 cc menjadi 80 cc berturut-turut setelah diberikan intervensi. Kesimpulan: Implementasi kombinasi Head of  Bed Elevation, Fisioterapi Dada dan Suction efektif untuk mengurangi bersihan jalan napas yang tidak efektif pada pasien gagal napas terpasang ventilator mekanik.

Danarso, Rumah Sakit Bethesda Yogyakarta

Latar Belakang: Pasien yang masuk ruang perawatan ICU umumnya bervariasi, salah satunya yaitu pasien dengan gagal napas, dengan masalah utama yang sering dijumpai adalah bersihan jalan napas tidak efektif, yaitu ketidakmampuan individu untuk membersihkan sekret atau obstruksi dari saluran pernapasan guna mempertahankan jalan napas yang paten. Kondisi ini dapat disebabkan oleh adanya sekret yang berlebihan, penurunan refleks batuk, serta penggunakaan ventilator mekanik atau endotrakeal tube. Gejala Umum: Pasien penurunan kesadaran dengan ETT on ventilator mekanik, terdapat sputum produktif berwarna putih keruh dengan karakteristik kental, dan terdapat bunyi napas tambahan ronchi. Intervensi Terapeutik: Kombinasi intervensi Head of  Bed Elevation, Fisioterapi Dada dan Suction. Hasil: Peningkatan pengeluaran produksi sputum yang signifikan 2 hari perturut-turut, hari pertama 20 cc menjadi 75 cc , hari kedua 62 cc menjadi 80 cc berturut-turut setelah diberikan intervensi. Kesimpulan: Implementasi kombinasi Head of  Bed Elevation, Fisioterapi Dada dan Suction efektif untuk mengurangi bersihan jalan napas yang tidak efektif pada pasien gagal napas terpasang ventilator mekanik.

References

Putri E. Fisiologis Pasien Kritis. 2023;01(01):10-15.

Fatah UY. Pengaruh Tindakan Penghisapan Lendir (Suction) Terhadap Perubahan Saturasi Oksigen Pada Pasien Penurunan Kesadaran Di Ruang Intensive Care Unit (ICU): Literature Review. Pap Knowl Towar a Media Hist Doc. 2022;1(1):40-47. https://dspace.umkt.ac.id//handle/463.2017/1994

PPNI. Standar Diagnosis Keperawatan Indonesia (SDKI): Definisi Dan Indikator Diagnostik Edisi 1, Cetakan Ke III. DPP PPNI; 2017.

PPNI. Standar Luaran Keperawatan Indonesia (SIKI): Definisi Dan Kriteria Hasil Keperawatan Edisi 1, Cetakan Ke II. DPP PPNI; 2019.

Ntoumenopoulos G. We Can Move Mucus : But Is That Enough ? 2022;c:1637-1641. doi:10.4187/respcare.10675

Suhartomo S, Punawan I. Perlakuan posisi elevasi kepala dalam upaya membuka jalan napas: A systematic literature review. Holistik J Kesehat. 2024;18(1):10-17. doi:10.33024/hjk.v18i1.221

Utami EWN. Pengaruh Open Syction Pada Perbandingan Posisi Semi Fowler 30° dan 45° Untuk Mneingkatkan Saturasi Oksigen di Ruang ICU. J Penelit Perawat Prof. 2025;7.

Sarina DD dan WS. Analisis Asuhan Keperawatan Melalui Intervensi Clapping Dan Postural Drainage Dengan Masalah Bersihan Jalan Napas Tidak Efektif Dengan Diagnosa. J Kreat Pengabdi Kpd Masy. 2023;6:1101-1109.

Downloads

Published

2026-01-31